Kita sebagai orang Indonesia pasti sudah tidak asing lagi dengan songket. Walaupun cuma hanya pernah mendengar ataupun melihat di televisi. Namun entah karena harganya yang terlalu mahal atau karena kurang tren dari pada pakaian modern, jarang dari kita yang memilikinya.
Sebuah songket secara umum membutuhkan proses pembuatan paling tidak satu bulan atau lebih. Menarik bukan? Berikut adalah fakta-fakta dari songket yang akan membuat kita bangga sebagai orang Indonesia.
1. Asal Muasal Kata Songket
Songket berasal dari bahasa Melayu yakni sungkit. Yang berarti ada benang tertentu yang diangkat untuk dimasukkan benang tambahan. Hal tersebut yang menjadikan kain setelah selesai ditenun memiliki corak.
2. Teknik Membuat Songket
Sebenarnya kata songket sendiri merajuk pada sebuah nama teknik. Yakni tenunan yang dibuat dengan teknik pemberian benang pakan (benang yang dimasukkan melintang) tambahan diantara benang pakan dasar, di mana benang lungsi (benang yang disusun memanjang dan tidak bergerak) diungkit dengan kayu kecil berdasarkan pola tertentu sehingga bisa mengayam benang pakan tambahan ke benang lungsi.
Penambahan pakan tambahan adalah hal yang membedakan songket dengan tenun biasa. Dari situ akan terbentuk motif. Selain benang tambahan warna emas atau perak, ada juga beberapa songket dari suku-suku tertentu yang dimasukkan manik-manik. Rumitnya pengerjaan ini membuat songket biasanya memakan waktu minimal satu bulan.
3. Motif
Songket memiliki beragam motif. Motif-motif tersebut umumnya dipengaruhi oleh tradisi dan kepercayaan masing-masing daerah. Misalnya motif songket Melayu di Sumatera. Kebanyakan memiliki motif bunga atau hewan.
4. Asal Usul
Sebagian orang mungkin lebih mengenal songket berasal dari Pulau Sumatera. Padahal songket bisa ditemukan di berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Kalimantan, Sulawesi, hingga Bali dan Nusa Tenggara. Kabarnya teknik ini sudah ditemukan sejak zaman Perunggu sekitar abad ke delapan hingga abad kedua SM. Dahulu benang yang digunakan untuk menenun songket diperkirakan adalah serat rami, serat pisang, serat nanas, atau benang katun yang ditanam di wilayah pesisiran.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar