Breaking News

Jumat, 16 Januari 2015

Appstore Mulai Tersaingi



Hello Ahai'ers, tahun 2014 ini tampaknya para developer aplikasi mobile lebih tertarik untuk membuat aplikasi berbasis OS Android, sampai-sampai nih ahai'ers, jumlah aplikasi Android tumbuh lebih dari 50% hingga mengalahkan jumlah aplikasi yang ada di App Store milik Apple. Nah angka ini pasti tidak lepas dari para ahai'ers yang pastinya kebanyakan lebih banyak pengguna android kan, hayo ngaku?
Nah angka tersebut, datang dari appFigures, yaitu sebuah layanan analisa yang memonitor data dari ribuan aplikasi yang digunakan pada platform tersebut ahaiers. Dari laporan tersebut tuh terlihat bahwa telah terjadi jumlah pertumbuhan yang besar dari ke tiga toko aplikasi, yaitu Android, iOS, dan Amazon, di mana pertumbuhan Android lebih signifikan ketimbang yang lainnya.


Ahaiers, angka tersebut bukan hanya datang dari appFigures saja. Perusahaan analisa lainnya, yaitu App Annie pun mengatakan demikian. Dari penelusuran data di Google Play Store nih, App Annie mengkonfirmasi jika Google Play Store punya jumlah aplikasi lebih banyak dari iOS. Kayaknya para developer lagi getol-getolnya bikin aplikasi berbasis dari Android ya Ahaiers.
Hingga berita ini diposting ahaiers, Google Play Store memiliki hampir 300.000 aplikasi lebih banyak dari App Store lho, dengan perbedaan sekitar 17% mengacu dari perusahaan. Tapi sayangnya nih, appFigures tidak berspekulasi mengenai apa alasan di balik perubahan pertumbuhan tersebut.
Walaupun demikian ahaiers, bukan hal mustahil jika jumlah aplikasi di Android lebih banyak ketimbang di iOS. Mengingat Android saat ini masih menjadi platform dengan pangsa pasar yang lebih besar dari iOS. Jadi, masuk akal kan ahaiers jika para developer kemudian beralih ke Android.
Tambahan nih ahaiers, kontes membuat aplikasi terutama di dalam negeri pun kebanyakan juga berbasis Android ahaiers. Contohnya kemarin aja tuh kontes Finding Top 50 Local Apps, yaitu sebuah kontes untuk memperkenalkan Moboomarket, yang isinya juga aplikasi android ahaiers.
Read more ...

Selasa, 23 Desember 2014

WOI (Wonderful Indonesia) TV, TV Wisatanya Indonesia


Hello Ahai'ers, Sekarang Kementrian Pariwisata Indonesia mulai merambah dunia TV untuk mempromosikan pariwisatanya lho, namanya WOI (Wonderful Indonesia) TV, yaitu sebuah televisi yang berisi tayangan pariwisata di Indonesia.
Nah, tapi sayangnya ahai'ers, WOI TV ini baru bisa diakses melalui UseeTv saja. Tapi tenang saja, nantinya TV ini akan terintegrasi dengan portal e-tourism Kemenpar. WOI TV ini ahai'ers, merupakan internet TV yang diharapkan bisa mempermudah akses wisatawan baik dalam maupun luar buat mengeksplor pariwisata Indonesia secara online. Kan ahai'ers udah pada tau tuh klo banyak surga Indonesia banyak yang belum tahu, nah ini gunanya WOI TV buat mempromosikan ke dunia Internasional.
Karena umur WOI TV ini masih seumur jagung, konten yang ada di WOI TV ini baru video on demand , yang belum tahu arti video on demand, tuh udah aku kasih linknya. Nah lanjut lagi ahai'ers, walaupun baru video on demand, nantinya konten-konten di WOI TV akan terus berkembang. Misalnya nanti akan ada siaran langsung, berita, talkshow, film pendek dan sebagainya. Tapi asal jangan ada acara musik pagi tiap hari ya ahai'ers. :D
Tapi sekali lagi, semua itu bisa jadi sia-sia ahai'ers, kalau nggak ada dukungan dari orang Indonesia sendiri, Ayo dukung pariwisata Indonesia Ahai'ers, :)
Read more ...

Sabtu, 20 Desember 2014

Twitter dan Foursquare Berkolaborasi, Apa Jadinya?


Apa jadinya jika dua sosial media tersebut berkolaborasi, mungkin tweet anda akan disertai informasi lokasi, seperti kota atau tempat dari Foursquare.
Sebuah laporan menyebutkan, Twitter dan Foursquare saat ini sedang mempertimbangkan untuk kolaborasi. Jika sepakat, wujud dari kemitraan di antara keduanya akan dimulai tahun depan, pada kuartal pertama.
Twitter sebenarnya sudah menawarkan fitur berbasis lokasi. Fitur ini bisa mengidentifikasi lokasi pengguna ketika mereka mendaftar Twitter dan mereka bisa membagi lokasi mereka di bio jika mereka menginginkannya.
Namun Twitter saat ini tidak menyediakan informasi lokasi secara mendalam bagi tweet individu. Maka dengan kerjasama dengan Foursquare nantinya, informasi lokasi di tweet bisa lebih detail.
Namun belum diketahui kebenaran informasi ini. Baik Twitter maupun Foursquare tidak bersedia memberikan keterangan apapun terkait kabar kerjasama di antara keduanya.
Read more ...

Ini Kenapa Kita Harus Cinta Produk Indonesia


Kita sebagai orang Indonesia pasti sudah tidak asing lagi dengan songket. Walaupun cuma hanya pernah mendengar ataupun melihat di televisi. Namun entah karena harganya yang terlalu mahal atau karena kurang tren dari pada pakaian modern, jarang dari kita yang memilikinya.
Sebuah songket secara umum membutuhkan proses pembuatan paling tidak satu bulan atau lebih. Menarik bukan? Berikut adalah fakta-fakta dari songket yang akan membuat kita bangga sebagai orang Indonesia.

1. Asal Muasal Kata Songket


Songket berasal dari bahasa Melayu yakni sungkit. Yang berarti ada benang tertentu yang diangkat untuk dimasukkan benang tambahan. Hal tersebut yang menjadikan kain setelah selesai ditenun memiliki corak. 


2. Teknik Membuat Songket

Sebenarnya kata songket sendiri merajuk pada sebuah nama teknik. Yakni tenunan yang dibuat dengan teknik pemberian benang pakan (benang yang dimasukkan melintang) tambahan diantara benang pakan dasar, di mana benang lungsi (benang yang disusun memanjang dan tidak bergerak) diungkit dengan kayu kecil berdasarkan pola tertentu sehingga bisa mengayam benang pakan tambahan ke benang lungsi.
Penambahan pakan tambahan adalah hal yang membedakan songket dengan tenun biasa. Dari situ akan terbentuk motif. Selain benang tambahan warna emas atau perak, ada juga beberapa songket dari suku-suku tertentu yang dimasukkan manik-manik. Rumitnya pengerjaan ini membuat songket biasanya memakan waktu minimal satu bulan.

3. Motif

Songket memiliki beragam motif. Motif-motif tersebut umumnya dipengaruhi ‎oleh tradisi dan kepercayaan masing-masing daerah. Misalnya motif songket Melayu di Sumatera. Kebanyakan memiliki motif bunga atau hewan.

4. Asal Usul

Sebagian orang mungkin lebih mengenal songket berasal dari Pulau Sumatera. Padahal songket bisa ditemukan di berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Kalimantan, Sulawesi, hingga Bali dan Nusa Tenggara. ‎Kabarnya teknik ini sudah ditemukan sejak zaman Perunggu sekitar abad ke delapan hingga abad kedua SM. Dahulu benang yang digunakan untuk menenun songket diperkirakan adalah serat rami, serat pisang, serat nanas, atau benang katun yang ditanam di wilayah pesisiran. 
Read more ...

Jumat, 19 Desember 2014

1771 Ancak akan Diarak Keliling Kota Banyuwangi


Ancak, yaitu pelepah pisang yang dikemas menjadi bentuk bujur sangkar dan di bagian tengahnya terdapat anyaman bambu yang diisi tumpeng lengkap dengan lauk pauknya.
Ancak yang merupakan kuliner khas di Banyuwangi ini hanya bisa kita temui di waktu-waktu tertentu saja. Misalnya saat kegiatan hari besar Islam, seperti Maulid Nabi dan Isra' Mi'raj.
Sebanyak 1771 ancak akan diarak keliling kota Banyuwangi pada hari Sabtu sore tanggal 20 Desember 2014.
Acara ini diselenggarakan sebagai puncak acara ulang tahun Banyuwangi yang ke 243 sekaligus mempromosikan wisata di kabupaten Banyuwangi.
Lalu kenapa Ancak yang akan diarak sebanyak 1771? Bupati Banyuwangi menjelaskan angka itu diambil dari kisah perang Puputan Bayu, yang ada di wilayah Rowo Bayu, Kecamatan Songgon, yang terjadi pada 18 Desember 1771. Itulah cikal bakal kelahiran Banyuwangi hingga sekarang menjadi daerah yang petumbuhannya pesat.

Read more ...

Hadirnya Teknologi 4G-LTE di Indonesia Menjawab Celotehan "Buat Apa Internet Cepat".


"Buat apa internet cepat". Masih ingat dengan perkataan tersebut? Ya, benar sekali, itu adalah perkataan dari menkominfo sebelumnya, Tifatul Sembiring. Memang dulu kita bisa cukup puas dengan teknologi selular generasi ketiga, tapi itu sudah beberapa tahun yang lalu. Namun sekarang kapasitas internet 14,4 Mbps yang ditawarkan 3G tidak bisa mencukupi kebutuhan internet masyarakat Indonesia.
Menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia akan teknologi internet yang lebih cepat dan lebih baik, PT. XL Axiata Tbk. meluncurkan layanan 4G-LTE (Long Term Evolution). Acara peluncuran ini dilakukan  di tiga kota besar yaitu Yogyakarta, Medan dan Bogor. Dalam waktu dekat, layanan 4G-LTE ini juga bisa dapat dinikmati di kota-kota besar lainnya seperti Surabaya dan Jakarta.
Pengguna 4G-LTE ini bisa memperoleh akses internet hingga 100 Mbps. Dengan akses internet yang cepat dan stabil tersebut, masyarakat dapat mengunduh dan mengunggah konten berkapasitas besar, seperti video secara lebih efektif.
Bagi pekerja seni digital, hadirnya jaringan ini, dapat mendukung mereka untuk mengunggah hasil karyanya di dunia maya dengan lebih cepat. Para blogger pun kini bisa lebih leluasa dan lebih bersemangat dalam mengelola blog pribadinya. Sementara itu, penikmat musik streaming dapat mendengarkan musik favoritnya tanpa ada buffering.
Read more ...

Minggu, 14 Desember 2014

Ini Kenapa Oppo R5 bisa menjadi "Hercules"


Setelah kita melihat "Hercules" Unjuk Gigi, sekarang akan kita ulas, kenapa smartphone dengan ketebalan hanya 4,85mm tersebut dapat sangat tangguh.
Hal yang sering dikeluhkan banyak kalangan tentang smartphone tipis adalah rangka ponsel yang lentur sehingga mudah bengkok ketika disimpan di saku celana.
Untuk mengatasi hal tersebut, maka Oppo menggunakan paduan alumunium dengan stainless steel sebagai material rangka smartphone Oppo R5 tersebut.
Ceo Oppo Indonesia, Jet lee, menjelaskan bahwa rangka merupakan bagian paling vital dalam konstruksi sebuah smartphone tipis.
Sekarang ini, kebanyakan industri menggunakan allumunium alloy sebagai material rangkanya. Namun kemudian Oppo melakukan terobosan dengan mengadopsi kekuatan stainless steel dengan alumunium alloy.
Rangka dari R5 ini dikalim memiliki kekuatan 3 kali lipat lebih keras dari pada paduan alumunium alloy biasa.
Untuk mendapatkan rangka yang kuat, bahan baku stainless steel menjalani empat kali proses penempaan, lima kali proses bertekanan tinggi, 55 kali proses produksi, dan lebih dari seribu kali pemolesn.
Selain itu, Oppo juga memanfaatkan proses physical vapor deposition (PVD), yaitu proses pelapisan untuk meningkatkan ketahanan rangka terhadap panas, abrasi, dan karat.
Ditambah lagi para teknisi Oppo pun menambahkan desain rangka dalam bentuk menyerupai huruf C yang diperkuat secara khusus, sehingga R5 memiliki daya tahan terhadap tekanan tinggi. Frame berbentuk C dan frame tengah R5 disambung menggunakan las tiga dimensi di kedua sisi depan dan belakang sehingga memperkuat kerangka smartphone "Hercules" tersebut.
Read more ...
Designed By VungTauZ.Com